1. Pembuatan Pola

Proses dimulai dengan menggambar motif di atas kain menggunakan pensil. Setiap garis dibuat dengan penuh ketelitian sebagai dasar lahirnya cerita dan filosofi dalam selembar kain batik. Pola ini menjadi panduan utama dalam setiap tahapan berikutnya.
2. Pencantingan


Malam (lilin batik) dipanaskan lalu ditorehkan mengikuti pola menggunakan canting. Tahap ini berfungsi menutup bagian kain agar tidak terkena warna. Di sinilah keterampilan tangan dan kesabaran pembatik benar-benar diuji, karena setiap garis menentukan keindahan hasil akhir.
3. Pewarnaan


Kain yang telah dicanting kemudian diberi warna melalui proses celup atau colet. Warna meresap ke bagian kain yang tidak tertutup malam, menciptakan perpaduan motif dan nuansa yang khas serta bernilai seni tinggi.
4. Pelorodan


Tahap terakhir adalah meluruhkan malam dengan cara merebus kain dalam air panas. Lilin akan terlepas dan memperlihatkan motif batik yang sesungguhnya—sebuah karya yang lahir dari proses panjang, ketekunan, dan kecintaan terhadap warisan budaya.